Monday, April 08, 2013

'Playing with Mind' | pameran boneka & lukisan karya Tina Wahyuningsih





PERGILAH BERMAIN

Saya merasa sangat beruntung, mengikuti perjalanan berkesenian seorang Tina Wahyuningsih (lahir di Purwokerto, 11 Agustus 1977). Pada Desember 2011, saya berkesempatan mengorganisir pameran perdana Tina di Via Via Café Traveller, Yogyakarta. Dan sejak saat itu, berkembanglah karya-karya Tina seiring banyaknya undangan pameran baik di Indonesia hingga manca negara. Berbagai undangan pameran ini sebagai bukti diakuinya eksistensi Tina sebagai seorang seniman. Hingga sejauh pengamatan saya, karya Tina semakin lebih matang dalam konsep namun tetap konsisten bernuansakan dunia dongeng. Itu yang mencari cirikhas ibu berparas manis berputri satu ini.

Pada kesempatan pameran tunggal Tina yang kedua, saya pun berkesempatan mengorganisirnya. Meski temanya tak jauh berbeda dengan pameran tunggalnya yang pertama waktu itu, yakni ‘Mimpi Dunia Empuk/Dream of Pillowy World’; saat ini Tina mengambil tema ‘Playing with Mind’, di Tirana Artspace, Yogyakarta 23 Maret hingga 20 April 2013. Tina tidak hanya memamerkan karya-karya bonekanya saja, tetapi juga akan hadir karya lukisan Tina diatas kanvas juga diatas kayu.  Bila diamati perkembangan karyanya, pada karya boneka-bonekanya, Tina tidak lagi mengandalkan kain produksi pabrikan yang dijual di pasaran. Dulu Tina dengan serta merta mengambil motif dan warna dari kain pabrikan yang ada. Tetapi sekarang Tina mengaku lebih puas ketika ia melukis sendiri pakaian, raut wajah, rambut dan seluruhan figur boneka tersebut. Pemilihan warna-warnanya pun sangat retro, klasik dan kalem. Hal ini diakui Tina karena ia pribadi sangat menyukai produk-produk bernuansa vintage dan ternyata sangat mempengaruhinya dalam pengolahan campuran cat pewarnaan karya-karya dia.

Boneka-boneka karya Tina ini tampil dalam berbagai figur, seperti rubah, rusa putih, beruang, pohon hingga pesawat. Berukuran rata-rata tinggi 20 cm (boneka paling tinggi berukuran 50cm), berbahan dasar kain blacu, dilukis dengan cat acrylic dan dakron sebagai isinya. Hampir semua boneka yang Tina produksi kali ini, memiliki wajah. Menurutnya, ia ingin mempersonifikasikan figur-figur tersebut sehingga bisa bercerita lebih banyak dan membongkar imajinasi si penikmat karya.

Meski pun ia mengaku, baginya media boneka atau soft toys lebih menantangnya dalam berkarya, membuat tangan dan pikirannya tak pernah diam memproduksi. Tina tidak hanya ingin berhenti mengeksplorasi satu media saja. Maka ia mencoba menuangkan gagasan-gagasannya dalam lukisan diatas kanvas juga kayu, yang ia mulai di tahun ini. Bisa kita nikmati ada 8 judul karya lukisan Tina dalam pameran kali ini, berukuran masing-masing 25 x 25 cm. Karya lukisnya tidak hanya menggunakan cat acrylic, tetapi berbahan campuran seperti dengan kain dan campuran teknik jahit/semacam sulam sederhana.

Dalam presentasinya, Tina juga menyertakan deskripsi-deskripsi masing-masing karya yang penuh imajinasi dunia khayal. Deskripsi-deskripsi ini sangat penting dalam proses berkaryanya, kadang deskripsi ini muncul lebih dahulu, baru Tina melukisnya diatas kanvas dan bahkan sebaliknya. Sebagai misal, karya lukisnya berjudul ‘Rombongan Kelinci Perdu’ yang bercerita tentang pertemuan imajiner dengan rombongan kelinci yang nyaris seragam melintas sambil mendendangkan lagu pujian tentang hutan. Sosok kelinci dalam mitologi China melambangkan umur panjang. Kelinci adalah lambang sifat keanggunan, kesopanan, kebijaksanaan, keramahan, dan keindahan.

Bersama Tina, kita bisa diajak untuk keluar dari dunia nyata, memasuki negeri dongeng yang penuh warna dan imajinasi. Banyak hal bisa menginspirasi Tina untuk membentuk figur-figur dalam karyanya, mulai dari film, buku bacaan dongeng yang penuh ilustrasi didalamnya, saat bermain dengan Kaysha (putrinya) dan aktivitas lain yang menyertainya sebagai seorang ibu rumah tangga. Namun baginya, dunia sirkus mau pun karnaval ala Eropa betul-betul sangat ia sukai dan kemudian seolah-olah menjadi kiblat dalam karya-karyanya. Maka bisa kita temukan sosok berjubah merah, atau si rubah manis, kelinci –kelinci dengan dasi kupu-kupu dan sebagainya yang cenderung mengesankan negeri barat. Melalui pameran ini, Tina ingin mengajak kita untuk melepaskan diri dari pikiran-pikiran yang membebani dan sebaliknya memancing imajinasi yang mungkin terlanjur beku dalam kepala kita masing-masing. Selamat menikmati dan selamat bermain-main.

Nunuk Ambarwati
Tirana Artspace

Info, reservasi & minat karya, silakan hubungi:
Tirana Artspace (kontak: Nunuk Ambarwati)
Jl Suryodiningratan 55 Yogyakarta 55141
ph. 0274 411615, 0818277073
e. tiranahouse@yahoo.com, qnansha@gmail.com
PIN 21197ECB | 211C48DA
http://q-nansha.blogspot.com
www.facebook.com/TIRANAHOUSE